Putin: BRICS Sebagai Pilar Utama Arsitektur Global

https://frenchysymphony.com/ MOSKOW – Rusia dan China tengah memperkuat kolaborasi untuk memperbesar peran blok ekonomi BRICS dalam membentuk dinamika global dan merombak sistem keuangan internasional. Tujuan mereka adalah untuk mencegah sistem ini digunakan sebagai alat diskriminasi atau neo-kolonialisme. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam wawancara eksklusif dengan Xinhua, yang dipublikasikan menjelang kunjungan kenegaraannya ke China, Putin memberikan apresiasi terhadap kerjasama erat antara Moskow dan Beijing dalam berbagai forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), G20, dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Namun, dia menekankan pentingnya memperluas peran BRICS dalam arsitektur global yang lebih inklusif.

BRICS Sebagai Pilar Utama

Putin menegaskan bahwa Rusia dan China bekerja bersama untuk memperkuat kapasitas BRICS, guna mengatasi tantangan global yang mendesak. Kedua negara memiliki pandangan yang serupa tentang isu-isu keamanan baik regional maupun internasional. Mereka juga bersatu dalam menanggapi sanksi diskriminatif yang menghambat perkembangan sosial-ekonomi negara-negara anggota BRICS serta dunia pada umumnya.

Reformasi Keuangan Global

Putin menyatakan bahwa Rusia dan China berkomitmen untuk mereformasi lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Tujuannya adalah untuk membangun sistem keuangan yang lebih adil dan terbuka, dengan akses yang setara dan tanpa diskriminasi kepada semua negara, yang lebih mencerminkan kekuatan ekonomi negara-negara BRICS di panggung dunia.

“Penggunaan sistem keuangan sebagai alat neo-kolonialisme harus dihentikan, karena itu bertentangan dengan kepentingan Mayoritas Global. Sebaliknya, kami berupaya untuk memajukan sistem yang berpihak pada kesejahteraan seluruh umat manusia,” ungkap Putin.

Visi Bersama untuk Dunia Multipolar

Presiden Rusia juga mencatat bahwa Rusia dan China memiliki kesamaan pandangan mengenai banyak isu fundamental. Kedua negara berkomitmen untuk menciptakan tatanan dunia multipolar yang adil, dengan fokus pada negara-negara Mayoritas Global. Visi ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan dalam sistem global, yang lebih mencerminkan kebutuhan dan aspirasi negara-negara berkembang.

Kunjungan Putin ke China

Kunjungan resmi Presiden Putin ke China akan berlangsung pada 31 Agustus hingga 3 September. Selama kunjungan tersebut, Putin akan menghadiri KTT SCO di Tianjin, dilanjutkan dengan acara Hari Kemenangan di Beijing. Putin juga dijadwalkan untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Xi Jinping, serta Perdana Menteri Narendra Modi dari India, yang merupakan salah satu anggota pendiri BRICS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *