https://frenchysymphony.com/ MOSKOW – Para pejabat dari negara-negara Uni Eropa (UE) merasa cemas bahwa pemerintahan Trump bisa menghentikan dukungannya terhadap sistem senjata buatan AS yang digunakan oleh sekutu-sekutu NATO di Eropa. Laporan dari Washington Post pada Minggu kemarin mengungkapkan kekhawatiran tersebut, berdasarkan wawancara dengan beberapa pihak yang mengetahui masalah ini. Berikut ini adalah empat alasan mengapa Uni Eropa takut jika pasokan senjata AS dihentikan.
1. Dua Pertiga Senjata di Eropa Dipasok oleh AS
AS telah menjadi penyedia utama senjata bagi Eropa, dengan hampir dua pertiga dari impor senjata Eropa dalam beberapa tahun terakhir berasal dari Amerika Serikat. Banyak dari sistem senjata tersebut juga dipelihara dan dioperasikan oleh personel Amerika. Selain itu, peralatan yang mengandung komponen AS berpotensi menghadapi pembatasan jika dukungan ini dihentikan. Menurut laporan Post, para pejabat khawatir bahwa ketergantungan Eropa terhadap pertahanan rudal Amerika, pesawat pengintai, pesawat nirawak, dan jet tempur dapat menjadi titik lemah, terutama mengingat hubungan yang tegang antara Presiden Donald Trump dan Uni Eropa.
2. Eropa Tidak Bisa Mengakses Suku Cadang dan Perangkat Lunak Senjata AS
Beberapa pejabat khawatir bahwa platform senjata buatan AS bisa menjadi tidak berfungsi jika akses ke suku cadang, perangkat lunak, atau data yang diperlukan diblokir. “Presiden Trump tidak bisa begitu saja menekan tombol dan membuat semua pesawat jatuh dari langit,” kata seorang pejabat Uni Eropa kepada Post. “Namun, ada masalah ketergantungan,” terutama dalam hal intelijen dan komunikasi, tambahnya. Beberapa negara anggota Uni Eropa saat ini sedang mengevaluasi persenjataan mereka untuk menilai potensi risiko yang akan mereka hadapi jika pasokan ini dihentikan.
3. Eropa Harus Mengembangkan Senjata Sendiri
Presiden Prancis Emmanuel Macron baru-baru ini mengusulkan agar Uni Eropa mulai mengurangi ketergantungan pada senjata buatan AS. Macron berpendapat bahwa persenjataan yang ada di Eropa akan menjadi kurang efektif jika negara-negara anggota UE tetap bergantung pada pemasok dari luar, terutama AS. Kanselir terpilih Jerman, Friedrich Merz, juga mengusulkan agar penangkal nuklir Prancis diperluas untuk mencakup negara-negara tetangga Uni Eropa, suatu langkah yang menurut Macron bisa dipertimbangkan lebih lanjut.
4. Meningkatkan Otonomi Militer di Eropa untuk Mengurangi Ketergantungan pada AS
Rasmus Jarlov, ketua komite pertahanan Denmark, menyatakan pen后後後后