https://frenchysymphony.com/ GAZA – Kelompok pejuang Syiah Houthi di Yaman menyatakan bertanggung jawab atas penyerangan ke sejumlah sasaran di Israel, termasuk serangan rudal hipersonik ke kawasan strategis di bagian selatan Israel. Langkah ini menunjukkan keseriusan Houthi untuk terus menggencarkan serangan ke wilayah Israel.
Rudal Falasteen-2 Ditembakkan ke Beersheba
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui siaran TV al-Masirah milik kelompok tersebut, mengungkapkan bahwa rudal balistik hipersonik bernama Falasteen-2 telah ditembakkan ke area Beersheba. Saree tidak memaparkan secara detail mengenai target atau kerusakan yang ditimbulkan. Ia juga menambahkan bahwa pesawat nirawak Houthi telah melaksanakan tiga serangan terpisah yang menyasar lokasi-lokasi penting Israel di Eilat, Ashkelon, dan Hadera, meski detail serangan tak diungkapkan.
Israel Klaim Berhasil Mencegat Rudal
Pada Jumat pagi, militer Israel menyatakan berhasil mencegat sebuah rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman, sesaat setelah sirene peringatan berbunyi di kawasan Negev, Israel selatan, hingga sekitar Laut Mati. Mengutip laporan Middle East Monitor, Saree menegaskan pihaknya sedang mempertimbangkan langkah eskalasi lebih jauh sebagai balasan atas “agresi militer dan blokade pangan” Israel di Jalur Gaza.
Serangan Berkelanjutan untuk Palestina
Sejak konflik di Jalur Gaza memanas, kelompok Houthi secara konsisten melakukan penyerangan rudal dan menerbangkan drone ke wilayah Israel serta kapal-kapal yang terkait dengan negara tersebut. Houthi menegaskan tindakan ini sebagai wujud solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Houthi Ancam Lakukan Operasi Tambahan
Pada Kamis lalu, pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, menyatakan kelompoknya sedang menyiapkan rangkaian operasi tambahan guna mendukung perjuangan Gaza. Ia juga membenarkan bahwa sebanyak 11 unit drone dan rudal hipersonik telah digunakan dalam serangan ke Israel pada awal pekan ini. Selain itu, al-Houthi mengklaim blokade kelompoknya terhadap jalur pelayaran menuju Israel masih diterapkan dan pelabuhan Eilat diklaim “sudah ditutup total”.
“Ini adalah kerugian besar sekaligus kekalahan telak bagi pihak musuh,” ujar Abdul-Malik al-Houthi.
