https://frenchysymphony.com/ GAZA – Pemimpin gerakan Houthi di Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, melontarkan kritik keras terhadap negara-negara Arab dan Muslim atas kegagalan mereka dalam bertindak terhadap tindakan Israel yang secara sengaja menyebabkan kelaparan massal di Jalur Gaza.
“Situasi di Gaza merupakan bencana kemanusiaan. Anak-anak meninggal setiap hari karena kekurangan pangan—ini adalah tingkat kelaparan yang paling parah,” ujarnya dalam sebuah pidato yang dikutip oleh Press TV.
1. Dunia Islam Tidak Bergerak
Al-Houthi menuduh umat Islam global bersikap pasif dalam menghadapi penderitaan di Gaza. Ia menyatakan bahwa ratusan juta warga Arab dan lebih dari dua miliar Muslim hanya menjadi penonton, tidak memberikan bantuan nyata kepada rakyat Palestina yang kelaparan.
“Ini menunjukkan kehampaan hati nurani dan kehormatan dari dunia Muslim,” kritiknya tajam.
2. Ketidakhadiran Kepemimpinan Muslim
Pemimpin Yaman tersebut juga mengkritik keras para pemimpin Muslim karena tidak mau mengambil tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa ketidakpedulian mereka justru memberi angin segar bagi Israel untuk terus melakukan kejahatannya tanpa takut konsekuensi.
Ia menyebut kebijakan Israel yang memblokade total bantuan kemanusiaan, bahkan menciptakan “pos distribusi bantuan” yang berujung pada penembakan terhadap warga sipil kelaparan sebagai bukti nyata penggunaan kelaparan sebagai alat perang.
3. Kejahatan Genosida dengan Kedok Kelaparan
Menurut al-Houthi, pos-pos distribusi tersebut lebih menyerupai jebakan maut, yang memperparah penderitaan warga. Ia menegaskan bahwa genosida ini berlangsung dengan dukungan menyeluruh dari Amerika Serikat, baik dari sisi militer, politik, maupun intelijen.
4. Palestina Adalah Cerminan Umat
Ia menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina tidak bisa dipisahkan dari dunia Muslim. “Saudara-saudara kita di Palestina adalah bagian dari umat ini, penderitaan mereka adalah penderitaan kita semua,” ucapnya. Ia memperingatkan bahwa ancaman dari AS dan Israel tidak hanya menyasar Palestina, tetapi mengancam keseluruhan dunia Islam.
5. Hanya Houthi yang Bertindak Nyata
Berbeda dengan sikap diam mayoritas negara Muslim, al-Houthi menegaskan bahwa rakyat dan militer Yaman tetap konsisten mendukung perjuangan pembebasan Palestina. Ia mengungkap bahwa militer Yaman telah meluncurkan ratusan serangan terhadap target penting Israel dan kapal-kapal yang menuju wilayah pendudukan sebagai bentuk solidaritas.
Bandara utama Israel menjadi target serangan Yaman sebanyak tiga kali hanya dalam dua hari terakhir. “Kami tidak akan mundur dari perlawanan terhadap kekejaman Israel dan dominasi Amerika,” tegasnya.
Ia juga menyatakan bahwa perjuangan mereka tidak hanya terbatas pada medan tempur, tetapi juga mencakup perlawanan psikologis dan informasi, untuk membela integritas perjuangan Yaman dan Palestina dari distorsi dan manipulasi.
